PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Sejarah Psikofarmakologi

Asetanilida

acetanilide

Ringkasan Singkat

Senyawa organik yang dahulu digunakan sebagai pereda nyeri dan penurun demam, namun kini ditinggalkan karena toksisitasnya.

Asetanilida adalah senyawa organik yang secara historis digunakan dalam kedokteran sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Ini merupakan prekursor dari asetaminofen (paracetamol) yang lebih modern. Namun, penggunaan asetanilida dalam praktik medis saat ini telah ditinggalkan karena efek sampingnya yang sangat beracun, terutama kemampuannya menyebabkan methemoglobinemia, suatu kondisi di mana oksigen tidak dapat dilepaskan secara efektif ke jaringan tubuh oleh darah.

Meskipun tidak lagi digunakan sebagai obat, asetanilida tetap memiliki nilai dalam sejarah farmakologi karena merupakan salah satu obat sintetik pertama yang digunakan untuk meredakan nyeri dan demam. Studi tentang asetanilida membantu para ilmuwan memahami bagaimana tubuh memetabolisme obat-obatan tertentu di dalam hati menjadi bentuk yang lebih aktif (seperti paracetamol). Saat ini, asetanilida lebih banyak ditemukan sebagai zat perantara dalam industri kimia untuk pembuatan pewarna dan plastik.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Bertolini, A., et al. (2006). Paracetamol: New vistas of an old drug. CNS Drug Reviews.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback